Mengenal Sigheh Dan Mut’ah Negara Iran

Mengenal Sigheh Dan Mut’ah Negara Iran

Mengenal Sigheh Dan Mut’ah Negara Iran – Pernikahan menjadi suatu yang sakrar dan memento lantaran pernikahan menyatukan dua keluarga bahkan hingga bisa menyatukan dua kebudayaan yang saling berlawanan sehingga pernikan menjadi suatu yang harus dihormati dan syah secara hukum maupun syah secara agama. Suatu pernikahan juga bisa didasari akan cintai ataupun tidak namun akan lebih baik jika pernikahan tersebut didasarkan atas cinta dan kehendak dari kedua belah pihak yang akan melangaungkan pernikahan. Selain itu, pernikahan merupakan moment yang katakanlah menjadi moment sekali seumur hidup dan harus dikenang sebagai kenangan manis karena akan dibangun atau dijalani dalam waktu yang sangat lama sehingga tidak boleh sembarang dalam memilih pasangan yang akan dijadikan pendamping kehidupan anda untuk selamanya. Namun apa jadinya jika moment pernikahan tersebut tidak terjadi hanya sekali dan hanya terjadi dalam waktu dekat saja? Tujuan seseorang menikah bukan hanya untuk menyatukan dua keluarga dan dua kebudayaan yang berbeda saja, tetapi juga bertujuan untuk memberikan keturunan yang dapat melangsungkan garis kehidupan keluarga tersebut.

Meskipun banyak anggota dari agen sbobet terpercaya yang melakukan ikatan resmi pernikahan tetapi tidak menginginkan melanjutkan garis keturunannya. Namun pada dasarnya inti pernikahan adalah menghasilkan keturunan agar garis keluarganya tidak hilang. Namun bagaimana jadinya jika melihat praktik budaya menikah yang dilakoni masyarakat Iran saat ini? Salah satu praktik budaya masyarakat Iran yang tengah berkembang pesat bahkan sudah ada sejak dahulu adalah praktik Mut’ah. Mut’ah merupakan pernikahan yang dilakoni oelh seorang pria dan wanita hanya untuk kebutuhan fisik saja dan tidak bertujuan untuk memiliki keturunan. Mut’ah atau bahasa populer di negara lain adalah kawin kontrak merupakan pernikahan yang dilakoni dalam kurun waktu tertentu saja. Prosedur penikahannya juga cukup mudah, pihak laki-laki dan wanita yang sudah sepakat untuk melakukan mut’ah akan mendatangkan saksi dalam prosesi pernikahan tersebut. Proses pernikahan yang dilakukan juga tidak perlu ramai atau terlihat oleh banyak orang lantaran hanya digunakan dalam beberapa waktu saja dan setelah masa kontrak habis maka pernikahan akan selesai. Dalam mut’ah juga tidak perlu didaftarkan pada lembaga pernikahan negara Iran dan tidak perlu melewati beragam prosedur perceraian yang rumit hanya saja pihak perempuan akan memperoleh imbalan yang sesuai dengan kontrak perkawinan tersebut.

Selain praktik mut’ah yang berkembang dalam kalangan masyarakat negara Iran, praktik budaya kawin lainnya yang biasa dilakoni dan hal umum adalah Sigheh. Sigheh atau yang bisa disebut dengan perkawinan singkat yang merupakn perkawinan yang diizinkan dan syah secara syariah di negara tersebut. Perkawinan dapat berlangsung dalam waktu satu jam saja atau dalam beberapa hari tergantung kesepakatan kedua belah pihak. Dalam praktik pernikahan tersebut, pihak perempuan hanya digunakan untuk kepuasan saja terutama banyak dilakukan oleh kaum pria yang melakukan perjalanan mengunjungi tempat-tempat suci dan jauh dari keluarganya.

Mengenal Budaya Mut’ah Di Negara Iran
Artis Blog Pameran Seni

Mengenal Budaya Mut’ah Di Negara Iran

Mengenal Budaya Mut’ah Di Negara Iran – Pernikahan yang sah secara agama maupun secara hukum menjadi salah satu tujuan setiap orang agar bisa memperoleh keturunan dan melanjutkan garis kehidupan keluarganya. Pernikahan juga menjadi salah satu media penyatu dua keluarga bahkan dua kebudayaan yang berbeda untuk menjadi satu tanpa memandang suku bangsa, ras, bahkan kebudayaan yang berbeda. Namun apa jadinya jika pernikahan hanya dilakukan untuk kenikmatan seksual saja? Pada masa ini, banyak sekali orang di berbagai negara yang melakukan hubungan seksual tanpa sebuah ikatan pernikahan bahkan menjadi hal yang lumrah pada beberapa negara. Ada juga yang memiliki ikatan pernikahan yang sah secara hukum dan agama namun tidak bertujuan memiliki keturunan atau melanjutkan garis kehidupan dengan alasan tertentu. Namun bagaimana kasusnya jika ikatan pernikahan tersebut sah secara hukum dan agama akan tetapi hanya digunakan untuk keniknamatn seksual saja? Hal tersebut disebut dengan mut’ah.

Mut’ah merupakan salah satu budaya pernikahan yang berkembang pada masyarakat Iran khususnya pada bagian pinggiran negara Iran. Negara Iran merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Asia Barat. Negara dengan jumlah penduduk yang sebagian besar memeluk agama muslim tersebut pernah dinobatkan sebagai negara dengan jumlah kelahiran terbanyak di benua Asia lantaran banyak sekali pernikahan yang dilakukan setiap tahunnya. Kembali lagi menganai mut’ah di negara Iran. Budaya mut’ah dalam negara Iran merupakan budaya pernikahan yang lazim dikoni dan banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Budaya mut’ah merupakan budaya yang berkembang sejak dahulu. Budaya mut’ah tersebut berawal dari banyaknya musafir atau orang yang mengembara dan memerlukan pasangan selama perjalanan tersebut. Berangkat dari masalah seseorang yang ingin dijadikan pasangan dalam kurun waktu perjalanan tersebut, muncullah budaya mut’ah atau menikah sementara yang diperuntukan hanya untuk kenikmatan seksual semata dan agar terhindar dari perzinahan.

Dalam proses mut’ah tidap perlu dilakukan pencatatan resmi mengenai pernikahan pada negara namun diharuskan adanya saksi yang menyaksikan proses pernikahan tersebut. Proses pernikahan yang digelar juga tidak sama dengan proses pernikahan pada umunya yang menggelar pesta dan jamuan bagi para tamu dari anggota, namun proses pernikahan bisa dilakukan secara sederhana asalkan pihak perempuan memperoleh imbalan yang setimpal dengan lamanya pernikahan tersebut. Dalam negara Indonesia dan negara lainnya, mut’ah biasa dikenal dengan kawin kontrak karena dalam proses pernikahan tersebut, pihak perempuan akan disodorkan dengan lembaran kontrak yang harus ditanda tangani sebelum pernikahan berlangsung. Seorang muslim dalam negara Iran dapat dengan bebas mencari dan melakukan mut’ah dengan catatan mut’ah tersebut dilakukan secara bersamaan alias bukan dalam waktu yang berbeda. Jadi seorang pria muslim tidak akan masalah jika melakukan mut’ah dengan lebih dari satu perempuan asalkan dalam waktu yang bersamaan. Selain itu, dalam mut’ah tidak ada proses perceraian. Mut’ah berakhir sesuai dengan masa kontrak yang tertera.

Praktik Budaya Pernikahan Di Iran
Blog Seni

Praktik Budaya Pernikahan Di Iran

Praktik Budaya Pernikahan Di Iran – Negara Iran merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang mayoritas memeluk agama muslim. Negara yang terletak di kawasan Asia Barat merupakan negara yang yang terdiri dari beragam suku bangsa sehingga memiliki banyak kebudayaan yang lahir dari keanekaragaman budaya tersebut. Selain itu, negara Iran juga dikenal sebagai negara dengan sejarah budaya dan kesenian kuno yang masih dilesatrikan hingga saat ini. Negara Iran sama seperti negara lainnya yang mengharuskan warga negaranya melakukan pernikahan untuk bisa melangsungkan kehidupan keluarga. Namun tahukah anda bahwa praktik pernikahan di negara Iran sedikit berbeda dengan praktik budaya pernikahan di beberapa negara Islam lainnya. Berikut beberapa praktik budaya pernikahan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

• Biaya pernikahan dibantu pemerintah
Bagi warga Iran yang ingin melangsungkan pernikahan namun terkendala biaya pernikahan yang pada umumnya harus mengeluarkan biaya yang bersar selama prosesi, hal tersebut tidak berlaku bagi warga negara Iran. Warga negara tersebut dapat menikah meskipun memiliki biaya yang sedikit karena biaya pernikahan akan dibantu oleh pemerintah. Pemerintah Iran rutin menyelenggarakan pernikahan masal setiap tahunnya dan setiap warga negara Iran dapat mendaftarkan diri apabila telah memiliki calon pasangan dan siap dengan pernikahannya. Sehingga masalah biaya tidak menjadi masalah dalam negara tersebut karena pihak pemerintah sangat mendukung pernikahan yang sah secara hukum dan agama.

• Budaya poligami yang legal
Jika dalam beberapa negara melarang pernikahan antara seorang pria dengan lebih dari seorang wanita, berbeda dengan negara Iran. Negara tersebut justru melegalkan budaya poligami atau memiliki istri lebih dari satu. Hal ini memiliki alasan agar tingkat keturunan dan jumlah kelahiran juga meningkat. Namun dalam berpoligami, negara tersebut juga hanya membatasi hingga empat istri saja. Meskipun budaya poligami tidak hanya diberlakukan di negara Iran saja, banyak juga negara lain yang sebagian besar penduduknya memeluk agama muslim juga menerapkan poligami terhadap pasangannya akan tetapi hal tersebut tetap menjadi polemik masyarakat. Semua kembali lagi terhadap individunya. Namun berbeda dengan negara Iran, poligami menjadi hal yang legal dan sah dilakukan juga tidak akan menimbulkan masalah atau polemik dalam masayrakat.

• Pembekalan kontrasepsi pra-pernikahan
Setiap pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan akan mendapat edukasi terlebih dahulu mengenai penggunaan kontrasepsi dan pengendalian kelahiran. Hal tersebut dilakukan oleh pihak pemerintah mengingat negara Iran pernah menjadi negara dengan angka kelahiran tertinggi di Asia.

• Usia perkawinan relatif muda
Di negara Iran memiliki usia perkawinan yang terbilang muda. Bagi laki-laki muslim, usia perkawinan dimulai usia 15 tahun atau yang sudah mengalami aqil baliq. Sedangkan untuk perempuan dimulai dari usia 13 tahun atau setelah mendapatkan menstruasi pertama. Jadi tidak mengherankan jika seorang pria menikahi gadis berusia 13 tahun di negara tersebut dan menjadi hal yang biasa idlihat dalam masyarakat lantaran sudah memasuki usia nikah yang ditetapkan negara tersebut.

Mengenal Budaya Syair Negara Iran
Artis Blog Seni

Mengenal Budaya Syair Negara Iran

Mengenal Budaya Syair Negara Iran – Iran merupakan salah satu negara yang terletak di Asia Barat. Negara yang memiliki ibu kota bernama Teheran tersebut merupakan negara yang sebagian besar penduduknya memeluk agama muslim, dimana 90% adalah Syiah dan 8% adalah Sunnah Wal Jamaah. Negara Iran juga dikenal sebagai negara Persia dan menjadi salah satu negara kuno dengan beragam kebudayaan dan kesenian kuno yang hingga sekarang masih di lestarikan. Jika anda mengunjungi negara tersebut, anda akan melihat banyak lokasi wisata budaya dengan bangunan bergaya kuno dan peninggalan sejarah Timur Tengah kuno pada negara tersebut. Ragam kebudayaan dan kesenian tersebut bukan hanya berasal dari bangsa Persia saja namun juga ada kebudayaan bangsa Arzebaijan yang jumlah penduduknya sekitar 16%, kebudayaan dari bangsa Kurdi yang jumlah penduduknya sekitar 10% dan bangsa Lorestan yang jumlah penduduknya sekitar 6%. Dengan ragam penduduk yang menempati dalam satu negara tersebut, tidak mengherankan jika negara tersebut memiliki ragam kebudayaan dan kesenian yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Salah satu kebudayaan populer yang saat ini masih dilestarikan dan menjadi budaya yang melekat erat dengan kehidupan masyarakat negara Iran adalah budaya mengenai syair. Dalam negara Iran, syair menduduki peringkat mulia dalam budaya Iran. Hampir seluruh orang dalam negara tersebut dapat mendeklamasikan baris-baris syair dari syair Persia terkenal dan menjadi salah satu pelajaran yang diajarkan dalam pendidikan. Syair sudah menjadi budaya dalam masyarakat, bahkan tidak sedikit ahli sufi atau puitis-puitis negara Iran beserta karya-karyanya yang terkenal hingga keluar negeri. Bahasa resmi yang digunakan dalam negara tersebut adalah bahasa Persia yang sudah digunakan sejak dahulu sehingga memunculkan banyak syair kuno sebelumnya yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Persia, salah satu syair yang terkenal adalah syair Shahnameh karya penyair Ferdowsi, yang merupakan syair para raja atau mengenai sejarah negara Iran. Selain budaya syair yang berkembang dalam masyarakat hingga memunculkan banyak budayawan dan ahli sufi, bidang kesenian negara Iran juga tidak kalah hebatnya. Sastrawan Negara Iran yang paling terkenal adalah Rumi dan Saadi yang merupakan ahli sufi sekaligus sastrawan dari salah satu pemain yang telah banyak menyumbangkan karya-karya puisi sufinya kepada kesusastraan Iran.

Seperti yang sudah disebutkan bahwa pelajaran mengenai syair juga dimasukan kedalam mata pelajaran sekolah dan para siswa sejak kecil sudah diajarkan mengenai syair-syair yang banyak digunakan oleh para ahli sufi dari masa kuno hingga saat ini. Sehingga tidak mengherankan jika banyak ahli sufi terkenal yang lahir dari negara tersebut. Selain pembelajaran mengenai syair yang menjadi budaya dalam masyarakat tersebut, budaya lainnya yang masih melekat erat dimasyarakat negara Iran hingga saat ini adalah budaya menghafalkan ayat-ayat dalam kitab suci. Hal tersebut merupakan hal wajib bagi setiap warga negaranya untuk bisa membaca dan memahami segala ayat yang terkandung dalam kitab suci.

Mengenal Pertunjukan Kesenian Negeri Iran
Blog Pameran Seni

Mengenal Pertunjukan Kesenian Negeri Iran

Mengenal Pertunjukan Kesenian Negeri Iran – Teater merupakan salah satu wujud kesenian suatu masyarakat yang mempertunjukan segala cerita yang ada dalam masyarakat tersebut. Teater dimainkan secara berkelompok dengan cerita yang sudah ditentukan. Cerita teater sendiri bisa dibuat atau mengambil cerita yang ada pada masyarakat dan membawakannya dalam aksi di panggung sehingga orang lain dapat menonton dan meyaksikan pertunjukan aksi tersebut. Pertunjukan kesenian teater tidak hanya ditampilkan sebagai wujud apresiasi dari cerita yang ada saja namun digunakan sebagai media penghibur bagi masyarakat dan media penyampaian pesan moral kepada setiap individu. Setiap negara memiliki yang namanya pertunjukan teater.

Namun pertunjukan teater tersebut akan berbeda pada setiap negara dan disesuaikan dengan budaya masyarakat yang ada pada negara tersebut. sebagai contoh pertunjukan kesenian teater yang ditampilkan pada negara Iran. Negara Iran merupakan salah satu negara dengan pemeluk muslim terbanyak dan berada di kawasan Timur Tengah. Negara tersebut memiliki sejarah kebudayaan dan seni yang sangat panjang sehingga pertunjukan teater yang ada dari dahulu masih dilestarikan hingga sekarang. Berikut beberapa pertunjukan kesenian negara Iran yang masih ada hingga sekarang.

• Naqqali
Naqqali merupakan teater asal negara Iran yang menceritakan suatu kisah tertentu saja dan digelar dalam suatu panggung pertunjukan yang menarik sesuai dengan ceritanya.

• Kheimeh Shab Bazi
Teater atau pertunjukan lain yang berkembang dalam masyarakat Iran adalah kheimeh shab bazi atau yang bisa disebut dengan teater pertunjukan bonek. Dalam pertunjukan seni tersebut, penonton segala usia dapat menyaksikannya karena memiliki usnur cerita yang umum dan memiliki pesan moral yang tinggi dan ajaran kehidupan agar saling hidup berdampingan dengan baik dan rukun.

• Siah Bazi
Siah Bazi merupakan salah satu pertunjukan kesenian bertemakan politik yang dikemas dalam wujud komedi. Dalam pementasan tersebut, akan diceritakan mengenai politik negara yang berlangsung namun tidak menghadirkan situasi yang menegangkan malah justru memberikan komedi dalam ceritanya. Pertunjukan kesenian dengan bertemakan komedi politik tersebut dibuat agar masyarakat tidak merasa takut atau merasa tertekan dengan segala peraturan yang dibuat oleh pemerintah negara Iran.

• Ru Howzi
Pertunjukan kesenian lainnya yang tidak kalah menariknya dalah pertunjukan teater klasik Ru Howzi. Pertunjukan tersebut memiliki tema mengenai kehidupan rumah tangga namun dikemas dalam aksi yang lucu dan mengundang jenaka penonton. Dalam pertunjukan tersebut tidak akan dimasukan unsur seksualitas dan justru menampilkan keharmonisan sebuah keluarga sebagaimana mestinya.

• Shahnameh Khaani
Shahnameh dikenal sebagai suatu syair terkenal yang menceritakan tentang raja atau sejarah negara Iran tersebut dengan raja atau pemimpin negara sebagai pemeran utamanya. Shahnameh Khaani merupakan pertunjukan Shahnameh yang dihadirkan dengan pertunjukan cerita dan juga menyanyi. Para aktor yang terlibat akan menyayikan lagu seraya menceritakan cerita dalam syair tersebut. Pertunjukan kesenian ini terbilang cukup populer karena berasal dari syair yang terkenal.

• Rowzeh Khani
Rowzeh Khani merupakan salah satu pertunjukan kesenian yang menampilkan cerita mengenai kedukaan. Cerita kedukaan yang disajikan bisa mengenai kedukaan negara atau kedukaan seseorang.